Erlass Prokreatif Indonesia

A+ R A-

Bagaimana Cara Ampuh Merebut Hati Murid ? Mulai dengan Komunikasi efektif.

E-mail Print PDF

Pelatihan Cara Ampuh Merebut Hati Murid digelar Erlass Institute bersama beberapa sekolah dasar dengan kepesertaan 40 guru dari berbagai SD dari kelas 1 hingga  6 di SDN Karang Anyar 07, Jakarta Pusat pada Kamis (21/1/2016).  Pelatihan berdurasi 2.5 jam ini disambut antusias oleh peserta dengan dibina oleh psikolog anak dan remaja Ibu Hanlie Mulyani dari Yayasan Sahabat Orangtua Anak.

Sekitar 90% masalah antar manusia baik di rumah maupun sekolah berasal dari masalah komunikasi.  Masalah komunikasi ini dihalangi batu penghalang (roadblock), dengan 12 batu penghalang.

Ibu Hanlie mengawali pelatihan dengan menyebut pola asuh anak. Orangtua akan memilih metode dari kakek nenek karena yang merekalah pembimbing bagi orangtua.  Lalu, pertentangan nilai kemudian terjadi di sekolah, antara guru dan murid.  Perkembangan zaman yang berjalan cepat juga berdampak pada perkembangan anak dimana rasa ingin tahu mereka sangat besar dan guru harus mampu memenuhi keinginan ini.

Ibu Hanlie melanjutkan cara memecahkan masalah antara guru dan muri dengan komunikasi efektif termasuk mendengarkan dengan empati, meredakan emosi ketika murid tengah marah dan guru harus menunjukkan sikap menerima.   Tiga langkah ini didukung bahasa tubuh (55%), intonasi/mutu suara (38%) dan kata-kata (7%).

Sesi berlanjut pada cara mengenal kebutuhan murid dengan metode Cone (kerucut) & Onion (lapisan bawang).  Seperti es krim dalam kerucut (cone), disinilah masalahmurid yang tampak bukan masalah yang sebenarnya.  Sehingga perlu komunikasi dengan empati untuk memecahkan masalah yang sebenarnya dan guru harus ganti tingkat pendekatan (shifting the gears) dalam komunikasi.   Dari pendekatan ini guru juga dapat mengenal kebutuhan murid yang sebenarnya dan mengambil solusi yang diperlukan agar murid bisa lebih sukses dalam pembelajaran.

Dalam hubungan antara anak dan ibu, contoh komunikasi dengan empati dapat berjalan sebagai berikut; anak menunjukkan tindakan yang mendorong responnya.  Sementara Ibu mengakui perasaannya berasal dari interpretasinya atau persepsi atas peristiwa yang terjadi.  Ibu menunjukkan kebutuhannya dan ikhlas atas hasilnya (let go of the outcome).   Suasana yang berlangsung akrab dan antusias ini berlalu dengan cepat dan menyenangkan.