Erlass Prokreatif Indonesia

A+ R A-

Erlass for Teacher with Solidaritas Erlangga (SOGA)

E-mail Print PDF

Murid SD Cerdas dan Aktif dengan Implementasi Metode PAIKEM

Erlangga melalui program CSR Solidaritas Erlangga (SOGA) mengadakan pelatihan PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif Menyenangkan) di Puncak bersama 43 guru Sekolah Dasar dari Jakarta, Depok dan Tangerang dengan misi meningkatkan kualitas ajar yang integratif, kreatif, dan komunikatif agar para siswa senang belajar, aktif, mandiri, dan komunikatif.

Pelatihan intensif ini diadakan selama 3 hari dari 11 April sampai dengan 13 April 2016 bersama Erlass Institute dengan narasumber Ibu Widyasistaningrum dan moderator Bapak Khristiyono dengan mengulas berbagai aspek PAIKEM IPA dengan didampingi pihak dari Penerbit Erlangga.

Pada hari pertama, diadakan perkenalan oleh pengarang buku Bapak Khristiyono dan Marketing Manager Penerbit ErlanggaBapak Rizal Pahlevi.  Pelatihan berawal dengan  pemanasan singkat dan bergerak sambil diiringi lagu What Makes You Beautiful dari grup musik One Direction.  Kemudian peserta diminta mengisi harapan orangtua dan murid  diatas Post-it dan memasangnya di pohon harapan.  Mayoritas guru menginginkan murid yang berakhlak, berkarakter dan berdisiplin.

Ciri-ciri manusia kreatif dari PAIKEM adalah selalu bersemangat dan pantang menyerah; toleran terhadap perubahan dan ketidakpastian; mampu memunculkan ide yang orisinil; berguna bagi dirinya dan orang di sekitarnya.  Sementara ciri-ciri manusia efektif dari  PAIKEM adalah mampu berpikir kreatif, terampil mengambil keputusan dan memecahkan masalah, fleksibel dan mampu mengelola diri dari segi waktu, tenaga dan biaya.

Di tengah suasana meriah bersama peserta, PAIKEM yang berorientasi pada pembelajaran dengan lingkungan sekitar ini, perlu memperhatikan perilaku murid dan menetapkan standar untuk memenuhi harapan kebutuhan murid.

Komponen lain yang penting dalam penerapan PAIKEM adalah komunikasi antara guru dan murid untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan dengan materi yang sesuai dengan tingkat kemampuan mereka. Guru menghadapi berbagai  murid tipe yang berbeda. Untuk mengatasi masalah tersebut, guru perlu menerapkan peraturan yang mengantisipasi agar dapat dimengerti, dipahami, diterima dan dilaksanakan.

PAIKEM tidak terlepas dari pembelajaran berbasis saintifik agar murid dapat mengikuti pelajaran.  Langkah yang perlu dilakukan guru adalah kegiatan pendahuluan, guru menyapa murid dengan semangat dan gembira dan memeriksa kehadiran dan ketidakhadiran murid.  Pembelajaran berbasis saintifik perlu didukung sikap sosial dan spiritual agar menyeluruh.

Pelatihan berlanjut pada PAIKEM yang menggunakan metode berbasis discovery learning, berbasis proyek, berbasIs inquiry.   Tujuan dari pembahasan metode ini untuk persiapan pada hari berikutnya yang terakhir dari pelatihan.   Para guru dibagi dalam 9 kelompok sesuai dengan tingkat kelas dan mata pelajaran.  Dengan skenario guru, mereka juga menyiapkan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) sesuai kurikulum 2013 dan tema pembelajaran.  Dedikasi persiapan dilakukan sepenuhnya oleh guru dari skenario, presentasi dan alat peraga hingga jam 22.00.

Konsep peer teaching dipresentasikan pada hari ketiga yang terakhir dari pelatihan.   Berawal dengan senam pendek di pagi hari yang dapat dilakukan sebagaipemanasan bersama murid.  Kemudian berlanjut ke metode pembelajaran yang dibawakan Ibu Wening Laksitaningsih, asisten dari Ibu Widya.  Bersama peserta dibahas hasil lembaran kerja dari kelas 1 hingga 6 SD  yang diedarkan sebelumnya.  Misalnya, dari pembelajaran kelas 2 semester 1 mengamati tumbuh-tumbuhan di lingkungan sekolah adalah discovery learning.  Sementara dari pembelajaran kelas 3 semester 1 deskripsi membuat kincir angin untuk menunjukkan angin bisa gerak adalah pembelajaran berbasis discovery learning dan proyek.  Dari  pembelajaran kelas 4 semester 1 menjelaskan hubungan antara akar tumbuhan  dan fungsinya adalah pembelajaran proyek, discovery learning dan problem.   Salah satu contoh dari pembelajaran kelas 5 semester 1 yang sempat dibahas adalah penghematan air yang berbasis discovery learning, problem. Pembelajaran kelas 6 semester 1 membahas proses pengembangan biak hewan yang adalah pembelajaran discovery learning dan proyek.

Mengingat waktu yang terbatas, peserta yang terbagi dalam 9 grup diminta 3 grup dari kelas rendah dan kelas atas memberi presentasi yang hasilnya menarik dan kreatif.  Dari kelompok kelas tinggi untuk kelas 4, 5, 6 ditawarkan presentasi mengenai udara dengan ciri-cirinya.  Udara dapat dirasakan tetapi tidak bisa dipegang dan dilihat.  Kemudian ditunjukkan percobaan sederhana dari sedotan yang ditempel di sisi gelas berisi sedikit air dan sedotan ini ditiup agar gelombang udara naik.   Kesimpulan dari presentasi adalah udara menempati ruangan, bisa diarahkan tetapi tidak dapat dipegang.

Apabila Anda tertarik membangun program PAIKEM bagi guru-guru, hubungi Erlass Institute di 021-79180467