Erlass Prokreatif Indonesia

A+ R A-

PAIKEM Sebuah Pendekatan untuk Mengajak Siswa Aktif Belajar

E-mail Print PDF

PAIKEM SEBUAH PENDEKATAN UNTUK MENGAJAK SISWA AKTIF BELAJAR

*) Khristiyono Prahoro Sakti, SPd, MM, Mbiomed

Istilah PAIKEM sudah tidak asing lagi bagi guru-guru di Indonesia karena sudah lama menjadi jargon untuk meningkatkan kwalitas pembelajaran di kelas. PAIKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Berdasarkan kepanjangan katanya PAIKEM menunjukkan sebuah harapan tinggi adanya   perubahan /transformasi pembelajaran yang harus dilakukan oleh para guru. Transformasi pembelajaran seharusnya mulai terjadi dengan adanya program sertifikasi guru. Dengan diperolehnya sertifikat profesi yang disertai peningkatan pendapatan diharapkan mendorong guru untuk terus meningkatkan kwalitas yang ditandai dengan perubahan pendekatan dalam pembelajaran.

Ada banyak asumsi bahwa penerapan PAIKEM yang menjadi dasar adalah “M” sehingga  pembelajaran menjadi menyenangkan . Berbagai upaya dilakukan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan misalnya menggunakan berbagai media yang menarik dan menciptakan permainan yang menghibur, sering memberikan “Ice breaking” dengan bernyanyi, main tebak-tebakan, senam kecil dan berbagai aktifitas lain yang menyenangkan. Penerapan Paikem dengan model ini bertujuan agar selama guru mengajar siswa tidak merasa bosan, sedangkan pembelajaran sendiri tidak mengalami perubahan tetap dengan menggunakan menggunakan metode ceramah. Pendekatan “M” dalam PAIKEM mengharuskan pembelajaran menjadi  “heboh” dengan menggunakan berbagai macam media dan cara. Keluhan para guru ketika menerapkan PAIKEM adalah:

  1. Merepotkan karena banyak sekali alat yang harus di siapkan.
  2. Waktu yang dibutuhkan lebih banyak sehingga target materi pembelajaran tidak tercapai.
  3. Tingkat pencapaian kompetensi rendah karena siswa lebih tertarik dengan kehebohan kegiatan belajarnya.

Salah satu alternatif penerapan PAIKEM adalah dengan pendekatan “A” yaitu mengajak siswa “Aktif” . Dengan pendekatan “A” berarti merangsang siswa untuk aktif belajar. Di dalam kurikulum 2013 siswa aktif belajar ditandai dengan adanya kegiatan  5M dalam pembelajaran. Kegiatan belajar dengan pendekatan 5M adalah adanya proses mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan. Pendekatan 5 M dikenal nama pendekatan saintifik.

Dalam kegiatan belajar komponen yang sedang belajar adalah siswa, maka siswa adalah subyek. Sebagai objek belajar adalah materi pembelajaran yang berbentuk fakta-fakta, konsep hukum dan teori. Kegiatan belajar pada dasarnya adalah proses interaksi subjek (siswa) dengan Objek (fakta, konsep, hukum dan teori). Maka pendekatan Saintifik (5 M) adalah cara yang harus diterapkan oleh siswa dalam interaksinya dengan objek. Secara sederhana penerapan 5 M dalam kegiatan belajar nampak dalam skema berikut ini:

 

Pendekatan “A” pada PAIKEM berarti mengajak siswa berinteraksi dengan objek. Dalam interaksinya digunakan pendekatan 5 M. Belajar dimulai dengan mengamati fenomena menarik yang berkaitan dengan konsep yang akan dipelajari. Berdasarkan pengamatan tersebut dirumuskan beberapa pertanyaan yang merupakan rumusan masalah yang merangsang siswa untuk mengeksplorasi lebih lanjut. Untuk menjawab permasalahan yang yang ingin diketahui siswa melakukan eksplorasi  dengan menggunakan metode pembelajaran diskoveri dan membuat beberapa projek yang menantang. Hasil eksplorasi dianalisis dengan membuat hubungan-hubungan yang mungkin terbentuk sehingga dapat dirumuskan sebuah kesimpulan. Kesimpulan yang diperoleh merupakan konsep yang diperoleh dalam proses belajar dan dapat dikomunikasikan dalam berbagai bentuk.

Proses belajar dengan model ini sangat memungkinkan seluruh kompetensi berkembang pada level yang tinggi. Kompetensi pengetahuan yang diperoleh merupakan sebuah proses penemuan sendiri (konstruktivisme). Dengan proses konstruktivisme maka pengetahuan diperoleh tidak hanya pada level hafalan dan pemahaman saja tetapi berpotensi mengembangkan pengetahuan pada level, penerapan, ananlisis, sintesis dan evaluasi. Dengan demikian dalam proses pembelajaran juga terjadi pembentukan skil untuk berfikir pada level yang tinggi (HOTS). Demikian juga dalam proses pembentukan konsep siswa juga memperoleh banyak sekali pengalaman belajar  yang berarti juga mengembangkan aspek ketrampilan dan sosial.

Dengan menggunakan pendekatan “A” apabila dilakukan dengan konstruktif yang mengajak siswa aktif belajar maka “IKEM”nya secara otomatis akan muncul. Ketika siswa berinteraksi dengan objek maka dibutuhkan berbagai pendekatan, metode dan media pembelajaran berarti pembelajaran menjadi inovatif dan akan mengembangkan kreatifitas. Proses belajar menjadi efektif karena kompetensi baik pengetahuan , sikap dan ketrampilan tercapai bahkan pada level yang tinggi. Pembelajaran juga menjadi menyenangkan karena siswa banyak melakukan aktifitas yang menarik. Siswa tidak lagi harus duduk manis hanya mencatat dan menghafalkan informasi yang diberikan guru.

Apabila menginginkan pembelajaran menjadi Aktif, Inovatif, Kreatif dan Menyenang (PAIKEM) mulailah dengan “A” dengan merangsang siswa menjadi AKTIF maka secara otomatis “IKEM” akan ikut. PAIKEM bukan berarti sesekali membuat siswa senang dengan kegiatan yang “heboh” dengan tetap menggunakan metode ceramah yang membuat siswa tetap pasif. PAIKEM seharusnya merangsang siswa menjadi aktif belajar dengan mentransformasi pembelajaran yang mengajak siswa untuk aktif berinteraksi dengan objek. Dalam interaksi tersebut seluruh komptensi (sikap,pengetahuan dan ketrampilan) berkembang pada level yang tinggi ini berarti memberi siswa HOTS (High Order Thinking Skill).