Erlass Prokreatif Indonesia

A+ R A-

Seminar Pemantapan Trainer Tematik 2018 - 25 April 2018

E-mail Print PDF

Pelatihan CSR Erlangga dalam rangka memperkuat pelaksanaan kurikulum 2013 kembali dilaksanakan bagi guru kelas 1 SD sekitar Jakarta Selatan dan Depok sebanyak 14 peserta yang diadakan pada hari Rabu, 25 April 2018. Adapaun pelatihan ini ditujukan untuk  memperdalam pengetahuan K13 bersama Narasumber Ibu Irene MJA,seorang penulis dan dosen yang berpengalaman dalam  Kurtilas

Diawal pertemuan, narasumber langsung mengajak peserta bernyanyi urutan KI yang merupakan dasar materi kurikulum 2013. Materi Pelatihan Bernyanyi kompetensi inti 1: sikap spiritual; Kompetensi 2: sikap sosial; Kompetensi 3: pengetahuan, kompetensi inti;  Kompetensi 4: keterampilan.

Kompetensi Dasar bisa berulang dan harus dicapai semua, sehingga peserta diminta untuk bisa menguasai dan menyusun jadwal pembelajaran  dan melakukan penilaian sesuai materi yang diajarkan.

Proses pembelajaran  dilihat karakteristik anak kelas 1 yang suka bernyanyi, narasumber mengajak peserta melihat proses penilaian dari menyanyi sesuai tema dan KD.  Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dengan pembahasan  syair lagu,birama, dan nada dengan mengambil penilaian keterampilan berdasarkan kompetensi pengetahuan dan melihat cara siswa bernyanyi . Mereka menyusun rencana kegiatan dan bermain peran menjadi guru dan murid. Kemudian dalam setiap kelompok diminta untuk presentasi hasil diskusi, dan salah satunya adalah kegiatan bernyanyi, melalui kegiatan tersebut diminta pendapat siswa lain atau masukan untuk mengambil nilai tentang pembentukan sikap bagaimana mengungkapkan pendapat atau dinamakan sikap peduli.

Proses meningkatkan rasa percaya diri pada anak (KI2) dapat dibangun oleh guru dengan bagaimana meminta anak  maju kedepan untuk bernyanyi. Bila ada yang malu bagaimana guru dapat memberikan motivasi. Dari konten lagu yang ditentukan guru dapat menyesuaikan KD apa saja yang dimasukkan kedalamnya dan proses penilaiannya.

Narasumber mengajak peserta untuk memahami proses pembelajaran untuk mencapai setiap kompetensi inti dan kompetensi dasar. Sebagai contoh mengenal simbol , yakni Pancasila dimana proses mengenalkan simbol tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan gambar Burung Garuda dengan tuliasn Pancasila. Penilaian pun dapat dilakukan saat proses berlangsung  misalnya dengan praktek  siswa mengucapkan terima kasih maka sudah mencerminkan hidup rukun sesuai tema pengikat KD.

Dalam membuat soal penilaian, narasumber menyarankan guru dapat membuat lembar soal yang terpisah untuk setiap tema dan KD dikarenakan untuk membantu guru membuat soal terpadu.

Adapun contoh soal terpadu dengan materi “Wacana” dapat dibuat melalui beberapa pertanyaan yang berintergrasi dengan beberapa materi pelajaran (mapel) sebagai berikut:

Teks Wacana tentang Keluarga ketika makan malam bersama.

Pertanyaannya ;

Mapel PPKN:  Aturan apa yang berlaku di rumah tersebut ?

Mapel  Bhs. Indonesi:  Apakah judul yg sesuai dengan teks diatas ?

Mapel Matematika:  Berapa jumlah anggota keluarga ?

 

Kemudian untuk menilai hasil pelatihan, Narasumber meminta peserta untuk praktek menyusun perencanaan pembelajaran mulai dari indikator , tujuan pembelajaran dan kegiatan pembelajaran. Setelah itu, dipraktekkan per kelompok  dan peserta lain seolah menjadi siswa.

Melalui pelatihan ini, para peserta banyak belajar mengimplementasikan Kurtilas dengan mengambil beberapa Kompetensi Dasar. Penutupan pelatihan pun ditutup dengan doa dan foto bersama.