Erlass Prokreatif Indonesia

A+ R A-

Kreatif dan Terampil dengan Plastisin

E-mail Print PDF

Anak-anak di tingkat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) perlu bimbingan dalam mengembangkan keterampilan motorik, kreatif dan menggunakan tangan di lingkungan sekitarnya.   Salah satu cara adalah anak bermain dengan mainan Play-Doh yang memberi peluang bagi anak untuk menciptakan aneka benda yang diinginkan.

Bekerja dengan tangan menjadi fokus pelatihan Membuat Kreasi Plastisin yang dihadiri 46 guru PAUD pada Kamis 28 Februari 2019.  Bahan plastisin yang terdiri dari tepung terigu, minyak, garam, air dan pewarna makanan ini menjadi dasar pelatihan para guru PAUD ini untuk membantu anak didik mereka.

Perbedaan antara plastisin dan Play-Doh adalah plastisin mengandung lem kayu dan kurang aman untuk anak.  Sementara Play-Doh aman digunakan anak sehingga dapat menghasilkan aneka bentuk berbeda berulang kali.

Pelatihan yang dihadiri 46 guru PAUD dipandu Ibu Sri Sarini sebagai instruktur. Kegiatan dimulai dengan membuat plastisin dari bahan-bahan yang sudah tersedia, kemudian dicampur dan diuleni hingga rata dan lentur agar bisa dibentuk sesuai keinginan dengan warna merah, oranye, kuning, hijau, dan ungu.  Peserta yang duduk secara berkelompok memilih tema bebas seperti tanaman sayur mayur, bunga, aneka benda seperti peralatan, sepatu dan boneka.

Hasil yang dicapai pun beragam dari para peserta.   Mulai dari kueh dengan buah-buahan, mawar berwarna merah dan oranye, taman  yang lengkap dengan berbagai tanaman, kura-kura, dapur dengan segala perangkatnya, serta sayur dan buah.

Dari seluruh hasil plastisin, ada satu kelompok yang hasilnya sangat menarik dan kreatif, yaitu sebuah rumah lengkap dengan boneka, mobil dan berbagai tanaman. Kreasi tersebut menjadi pemenang utama dari semua hasil peserta.

Semoga pelatihan ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan dan kreatifitas para peserta untuk dapat digunakan dalam kegiatan kelas.