Pelatihan Menciptakan Aneka Kreasi Bentuk Gambar dengan Teknik Fingerprinting

Wednesday, 27 March 2019 01:17 administrator
Print

Kreativitas anak perlu digali dan dikembangkan dengan optimal, khususnya di masa awal pertumbuhannya.  Contohnya  dalam menggambar, tidak hanya terbatas pada krayon di atas kertas bertema gambar dua gunung dan matahari.  Salah satu aspek kreativitas yang dapat dimanfaatkan dengan baik adalah fingerprinting, yakni teknik menciptakan gambar dengan menggunakan pewarna makanan dan jari diatas kertas.

Teknik fingerprinting ini merupakan tema pelatihan yang dilaksanakan Erlass Prokreatif Indonesia bekerja sama SOGA sebagai bentuk CSR PT. Penerbit Erlangga dan diikuti oleh sebanyak 47 guru KB, TK dan PAUD. Pelatihan ini diselenggarakan pada hari Sabu 23 Maret 2019 di Erlass Institute, Pejaten dan dipandu  oleh instruktur yang berpengalaman dan aktif mengajar di beberapa sekolah yaitu Amelia Sofyan, SPd.

Berbagai teknik selain fingerprinting dan jenis pewarna tertuang selama kegiatan, dari mulai  pewarna makanan, spidol, krayon sampai dengan cat air yang juga dapat digunakan bagu anak didik PAUD, TK, KB.  Kegiatan peserta diawali dengan melipat  selembar kertas menjadi dua bagian karbon dan mewarnai 3 warna cerah (menggunakan krayon). Selanjutnya  menghasilkan hasil jiplakan berupa bunga, daun dan bentuk lainnya.

Selain menggunakan warna, teknik kirigami yang memotong lipatan kertas sambil mengikuti pola untuk menghasilkan bentuk seragam.  Mulai dari pola berbentuk hati, bunga, laki dan perempuan, dragonfly yang dapat diwarnai dengan krayon, cat air hingga spidol.  Teknik kirigami juga tidak hanya terbentuk dari kertas A4 tetapi juga kertas dalam bentuk lingkaran.

Pelatihan makin menarik dengan teknik menggambar menggunakan sendok makan plastik untuk menghasilkan gambar berupa ikan, kura-kura, siput,  helicopter hingga ular sendok.  Selain warna sintetik yang digunakan, warna alami seperti warna suji, beetroot dapat ikut membangun kesadaran anak akan lingkungan di sekitarnya.

Membatik pun tidak terlepas dari teknik menggambar dalam pelatihan ini.  Kali ini membatik dilakukan dengan menekan spidol diatas lipatan kertas tisyu untuk menghasilkan pola titik-titik, mirip dengan kain batik sasirangan khas Kalimantan Selatan.

Membuat hasil gambar dalam tiga dimensi tertuang dalam pembuatan kartu pop-up.  Dengan sehelai kertas yang ditempel potongan gambar mengikuti bentuknya, anak didik TK dan KB semester 2 dapat membuat kartu menarik untuk ulang tahun teman dan keluarganya.

Waktu pun berlalu dan hasil kegiatan fingerprinting dapat terlihat, seperti aneka gambar dapat tampil d iatas kertas dengan membubuhi warna yang ditekan dengan jari, misalnya kucing, snorkeling.  Bentuk kodok dihasilkan dengan jari jempol, rusa dibentuk dengan jari telunjuk, buruk merak dibentuk dengan jari jempol, telunjuk dan jari manis; tikus dengan jari telunjuk untuk wajah dan jari manis untuk telinga.  Tergantung dari bentuk yang dihasilkan, mata, kaki, kumis, telinga dilengkapi dengan spidol hitam.

Semoga pelatihan ini memberi manfaat lebih dalam pengembangan kreativitas anak.